Sep 14

Stunting Bom Waktu yang harus dilawan

Spread the love
Penyuluh KB Kecamatan Gajah bersama Kader Desa Mlekang sedang melakukan pencatatan dalampenimbangan Posyandu Kamis 12/9

Stunting sebagai Bom Waktu, istilah ini mungkin tidak begitu enak didengar oleh kita. Namun kenyataan yang terjadi di negeri ini sebagai penyandang Negara yang memiliki kasus Stunting terbesar ke 3 di dunia, menjadikan kita harus prihatin dan melakukan gerakan bersama-sama. Sehingga ke depan Stunting dapat diminimalisir keberadaannya sebagai tugas kita bersama untuk membentuk generasi muda bebas Stunting. Hal ini yang ditekankan oleh PLKB Desa Bina Mlekang Muhammad Saiful Huda, S.E.I dihadapan Ibu pemilik Balita Stunting dan kader Rumah Gizi Teratai Kuning Desa Mlekang, guna memberikan support kepada orang tua pemilik Balita Stunting dalam melakukan upaya secara bersama-sama sebagai tanggungjawab moral yang musti ditunaikan sebagai orang tua.

sedang mengawasi menu PMT yang disajikan bagi BAlita di Posyandu desa Mlekang 12/9

Kader Rumah gizi Teratai Kuning Desa Mlekang, Inayatul Chusna melaporkan dari 10 Balita Stunting, pada hari ini, Jum’at 13 September 2019, hadir 9 anak. Sedangkan 1 anak belum bisa hadir dikarenakan sedang sakit. Dari Tim Program Inovasi Desa ( TPID ), Masroni memberikan paparan tentang penganggaran dana desa terkait program penanggulangan Stunting musti menjadi prioritas desa.
Dari kegiatan ini diharapkan muncul kesadaran bersama dari seluruh stake holder yang ada untuk melakukan upaya bersama-sama dalam meminimalisir Stunting di masin-masing desa, sehingga tumbuh generasi yang bebas dari Stunting.

Kontributor :
MUHAMMAD SAIFUL HUDA, S.E.I
Penyuluh Ahli Muda

Leave a Reply

Your email address will not be published.