DEMAK – Kamis (8/4), Tim Penyuluh KB Kecamatan Demak menggelar kegiatan Mekanisme Operasional Penggerakan Lini Lapangan yang bertempat di Balai Penyuluhan KB (BPKB). Sedikit berbeda dengan kegiatan tingkat kecamatan yang biasanya, kegiatan yang dihadiri oleh stake holder tingkat kecamatan Demak kali ini juga dimonitor langsung oleh Sub Koordinator Hubungan Antar Lembaga dan Bina Lini Lapangan BKKBN Provinsi Jawa Tengah, Nasri Yatiningsih,SE, MM. Selain itu juga disaksikan langsung secara streaming oleh tim BKKBN pusat, sebagai bagian dari Monitoring dan Evaluasi.
Membuka kegiatan, Sekcam Demak, Anwar Masdari, SIP, MM menyampaikan apresiasi terhadap segenap stake holder yang guyub dan solid dalam mengawal Program Bangga Kencana di Kecamatan Demak. “Kedepannya kami berharap kekompakan tersebut agar dipertahankan, mengingat hampir di semua lini kekurangan sumber daya manusia sehingga kerjasama lintas sektor yang baik sangat diperlukan,” tambahnya.
Memasuki segmen pertama, Koordinator BPKB Demak, Richi Eka Yanti, SKM, M.Kes menyampaikan laporan Evaluasi Program Bangga Kencana hingga bulan Maret 2021. Dalam paparanya disebutkan bahwa dibandingkan tahun sebelumnya di bulan yang sama, akseptor KB MKJP Kecamatan Demak telah mengalami peningkatan. Akseptor MKJP di tahun 2020 sendiri memang sempat menurun dikarenakan kekhawatiran masyarakat serta berbagai limitasi yang diterapkan faskes mitra sebagai reaksi atas outbreak covid19 di awal tahun.
Pada kesempatan yang sama, BPKB Kecamatan Demak juga merilis Program Hotline “Halo Penyuluh KB.” Program tersebut berbasis aplikasi smartphone What’sApp, yang difungsikan sebagai wadah konseling bagi warga Kecamatan Demak berkaitan dengan pembangunan keluarga, kependudukan, maupun KB. Hotline ini merupakan yang kedua di Kabupaten Demak, setelah Kecamatan Mranggen.
Beranjak ke segmen berikutnya 2 pilar Program Bangga Kencana Kabupaten Demak, Sukardjo, SKM, M.Kes, selaku Kabid P2PP, serta Maftukhah Kurniawati, SH, MH, Kabid KBK dan KK Dinpermades P2KB Demak memandu diskusi bersama stake holder kecamatan. Sukardjo mengangkat isu Pendataan Keluarga 2021 yang sedang berlangsung. “Saya berharap agar dapat dikawal bersama mengingat data-data strategis yang terdapat di dalamnya bisa dimanfaatkan stake holder sebagai data pembanding maupun dasar dalam merumuskan kebijakan,” ujarnya disela-sela diskusi. Di lain pihak, Maftukhah memaparkan bagaimana bidang KBK dan KK beradaptasi selama era pandemi. Dengan hiatusnya layanan MOW dan MOP di RS Pantiwilasa dr. Cipto Semarang, bidang KBK dan KK mau tidak mau harus mencarikan solusi. “Setelah melalui proses yang panjang, pelayanan MOW dan MOP sudah bisa berjalan kembali meskipun dengan proses yang berbeda, saya harap kawan-kawan lini lapangan bisa beradaptasi juga,” pungkasnya.
Melalui forum monitoring ini diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai problematika di lini lapangan, sehingga untuk ke depannya bisa menetaskan kebijakan-kebijakan yang solutif sesuai kondisi.
BPKB Demak







