
SAYUNG (18/7/2022)- Kegiatan Operasional Kelompok Kerja (Pokja) Kampung KB Kecamatan Sayung berlangsung pada Senin, 18 Juli 2022. Dalam kesempatan ini, motivasi dan peluang kerja sama dengan stakeholder Kecamatan pun kembali terbuka bagi produk UPPKA Kampung KB.
Bertempat di Aula Lantai 1 Kantor Kecamatan Sayung, kegiatan diawali dengan sambutan Koordinator BPKB Sayung Fatimah Nur Pratiwi, ST. Prolog singkat mengenai progres kedua Kampung KB pun disampaikan, berikut frekuensi sisa kegiatan operasional Pokja dan Poktan Kampung KB hingga akhir tahun ini. Tak ketinggalan, ucapan terimakasih atas respon positif dan dukungan nyata pemangku wilayah Kecamatan Sayung terhadap produk kuliner UPPKA Kampung KB. Dimana Kampung KB Teles Bedono dipercaya menyediakan 75 snack box untuk kegiatan Sosialisasi Pilkades di kantor kecamatan beberapa waktu lalu. Tentunya, langkah evaluasi juga tetap diperlukan guna semakin meningkatkan performa produk UPPKA Kampung KB, agar benar- benar mampu bersaing di pasar kuliner setempat.
Berlanjut, sambutan Kasi Kesejahteraan Masyarakat (Kesra) Juniati, mewakili Plt Camat Sayung. Sejumlah poin evaluasi disampaikan, yakni perihal packaging atau tampilan snack box Kampung KB Teles Bedono yang masih perlu diperbaiki. Dimana dengan range harga yang sama, jika dibandingkan dengan produk serupa di pasaran, mampu memberikan tampilan yang lebih menjual. Kemudian, untuk cita rasa, juga disampaikan masih adanya kritik dan saran semata untuk peningkatan kualitas produk. Ke depannya, jika UPPKA mampu menjawab tantangan perbaikan produk tersebut, maka dimungkinkan kemitraan dengan kecamatan dapat terus berlanjut, bahkan hingga ke dinas- dinas lainnya. Selain itu, peluang untuk memperluas pemasaran produk UPPKA Kampung KB lainnya juga turut disampaikan, yakni untuk Batik khas Kampung KB Teles Bedono. Dalam hal ini, Kecamatan Sayung memiliki program membagikan sovenir Batik kepada Ulama/Umaroh hampir di setiap tahunnya. Kasi Kesra pun melihat peluang ini untuk membeli produksi Batik khas Bedono yang lebih spesifik dari wilayah Kecamatan Sayung, alih- alih sekedar Batik Demak seperti biasanya. Namun tentu, peluang tender yang diperkirakan baru dapat diberikan pada 2023 mendatang ini harus disertai dengan spesifikasi standar yang layak jual. Sehingga benar- benar dapat menjadi media “gethok tular” promosi produk melalui para penerima bingkisan batik.
Ibarat gayung bersambut, Kepala Desa Bedono Agus Salim pun mengamini tantangan Kasi Kesra Kecamatan Sayung tersebut. Bahkan pihaknya meminta agar motivasi riil diberikan dengan penandatanganan kontrak kerja sama di awal. Sehingga kelompok UPPKA Kampung KB Teles Bedono dapat lebih bersemangat lagi, karena adanya peluang yang jelas bagi pemasaran produk kreasinya. Tentu, untuk menuju tahapan kerjasama baru tersebut, pihaknya bersama Pokja Kampung KB Teles Bedono siap menunjukkan sampel produk yang sesuai harapan. Upaya ini pun semata demi menorehkan kebanggaan bagi wilayah Kecamatan Sayung, bukan sekedar bagi desa, atas eksistensi produk Batik khas wilayah setempat.
Sementara itu, narasumber Sub Koordinator Pembinaan Kesertaan Ber-KB Bidang KBK&KK Dinpermades P2KB Kab.Demak Etie Nurdin Ansah, SH, menyampaikan reminder mengenai hakikat pendirian Kampung Keluarga Berkualitas. Meliputi definisi, tujuan, serta kriteria, dimana saat ini bertambah dengan syarat tersedianya DASHAT (Dapur Sehat Atasi Stunting).
(Tim BPKB Kecamatan Sayung)