
SEMARANG (16/2/2023)- Perwakilan Kader Rumah Dataku dari sepuluh Kampung KB di wilayah Kabupaten Demak mengikuti giat Orientasi Pengelola Rumah Data Kependudukan yang difasilitasi oleh Bidang Pengendalian Penduduk Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Tengah. Dalam kesempatan ini, Sub Koordinator Dalduk dan Iga Bidang P2PP Dinpermades P2KB Drs. Adi Susanto, MH turut didapuk sebagai narasumber yang menyampaikan materi perihal pemanfaatan data PK21.
Adapun kegiatan yang digelar di MS Setos Semarang, serta diikuti oleh peserta dari enam Kab/Kota ini, ditujukan untuk menjawab isu strategis pemenuhan kebutuhan data untuk perencanangan pembangunan kependudukan. Hadir sebagai materi pada hari kedua orientasi ini yaitu Ketua Tim Pokja Bidang Dalduk, Pokja Parameter, serta OPD Dalduk KB Demak. Dengan slogannya “can’t speak without data”, Sub Koordinator Dalduk&Iga diantaranya memaparkan perihal capaian target prevalensi stunting Kabupaten Demak yang sudah diangkat 16,2. Melebihi target yang ditetapkan untuk tahun 2022, yakni di angka 22,16. Demak sendiri di tahun 2023 ini mendapatkan tambahan lokus stunting menjadi 34 desa, dari sebelumnya hanya 22 desa.
Berlanjut, paparan mengenai dukungan anggaran dari Pemerintah Desa Jatimulyo, Kec.Bonang bagi Kampung KB CoE Ceria langsung memantik diskusi hangat antar sejumlah peserta. Sharing informasi pun disampaikan oleh dua perwakilan Kader RDK Kab.Demak. Pertama, Abdul Mutholib dari Kampung KB mandiri di Desa Serangan, Bonang, yang pada 2022 lalu mendapat dukungan anggaran hampir 20 juta rupiah. Ia menekankan bahwa kuncinya ada pada kegigihan PPKBD setempat yang terus mengusulkan pada setiap kesempatan Musrembangdes hingga akhirnya diakomodir. Tips senada disampaikan oleh Ketua Pokja Kampung KB Bersinar Desa Kenduren, Kec.Wedung Ifadatus Sa’adah. Keaktifannya di berbagai forum masyarakat, mulai dari BPD, Kader Posyandu, sampai Ketua RT, sukses mengawal kucuran anggaran secara rutin bagi Kampung KB. Dukungan anggaran sebesar 5 juta rupiah, rutin diperoleh sejak tahun 2020 hingga tahun ini. Sejalan dengan kegiatan pada hari ini, rencananya di 2023, dana tersebut akan difokuskan untuk pemutakhiran Rumah Data Kependudukan di wilayahnya.
Tanggapan menarik lainnya datang dari Kader RDK Kabupaten Grobogan Khoirul Mustofa. Ia yang juga menjabat sebagai perangkat desa tersebut turut menyoroti dari segi regulasi juknis yang sudah tertuang. Dimana setiap desa memang memiliki kewajiban untuk menganggarkan, tapi tentu untuk nominalnya bisa berbeda- beda sesuai kemampuan masing- masing desa. Cara jitu pun dibagikan untuk memuluskan anggaran, yakni pendekatan terhadap tokoh masyarakat, pemuda, agama, termasuk pengurus RT/RW dan BPD setempat. Di wilayahnya sendiri, bahkan pos anggaran untuk Kampung KB sudah ditulis terpisah, tak melebur dalam pos kesehatan sebagaimana umumnya.
Agenda hari ini pun ditutup dengan praktek pengisian aplikasi Rumah Dataku dan presentasi penyajian data dari Kader RDK masing- masing Kab/Kota.
(Tim IPeKB Demak)