
SAYUNG- Pertemuan Kelompok Kerja (Pokja) Kampung KB Kenanga, Desa Loireng, Kecamatan Sayung, Demak, pada Rabu 12 Agustus 2020, menjadi momen istimewa bagi para pengurusnya. Bagaimana tidak?. Selain komplit dihadiri oleh Kepala Desa Nurkaririn dan Ketua TP PKK Desa Loireng Mardhiyah, SE selaku Pelindung dan Penasehat Kampung KB, dalam forum ini pula Kepala Desa langsung menyampaikan kesiapannya untuk mendukung agenda prioritas Pokja Kampung KB Kenanga. Penyampaian support ini pun disaksikan oleh Kasi Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga Bidang KBK & KK Bambang Prosidiantoro, SP selaku narasumber dari Dinpermades P2KB Kabupaten Demak.
Jalannya kegiatan berlangsung secara menarik dengan “guyonan serius” antara Bapak dan Ibu Kepala Desa Loireng. Seolah tak mau melewatkan kesempatan emas ini, Mardhiyah pun tak segan meminta kepastian dukungan resmi dari Pemerintah Desa Loireng dalam bentuk pendanaan program. Dengan perkiraan nominal dana senilai 2 Juta rupiah, diharapkan mampu segera merealisasikan agenda prioritas Pokja yaitu mempercantik “chasing” atau tampilan Kampung KB Kenanga dengan perbaikan gapura dan tamanisasi.
Menyikapi hal tersebut, Kepala Desa Loireng pun mengamini selama program yang diajukan realistis dan dapat dimasukkan dalam APBDes Perubahan. Pihaknya pun siap menunggu pengajuan kebutuhan dari Kampung KB karena memang memiliki kuasa penggunaan anggaran selaku pemangku kebijakan Desa. Namun ia pun berpesan perihal perbaikan gapura, dimana menurutnya perlu meninjau terlebih dahulu besaran wilayah gapura Kampung KB yang akan terdampak pembangunan jalan tol Semarang- Demak agar nantinya tak mubadzir. Dalam kesempatan ini pula Nurkaririn turut menyampaikan apresiasinya terhadap Pengurus Pokja Kampung KB Kenanga yang telah mampu mengelola programnya selama ini tanpa pendampingan langsung dari Kepala Desa.
Adapun sebelumnya, perihal pentingnya dukungan Pemerintah Desa terhadap kesuksesan program Bangga Kencana di Kampung KB ini disampaikan oleh narasumber Kasi Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga Bidang KBK & KK. Menurutnya Pokja sebagai ujung tombak untuk membantu Bapak/Ibu Kepala Desa dalam mengelola program Kampung KB yang tujuan utamanya yaitu mensejahterakan masyarakat. Delapan Seksi Pokja yang ada pun diharapkan eksis dengan tupoksinya masing- masing secara terencana dan terukur. Sesuai alur program pembinaan Kampung KB, nantinya agenda yang disusun dimatangkan dan dibawa ke Musdes, untuk bisa dipaparkan saat Musdes tingkat Desa. Jika disepakati, program kerja lalu disampaikan di Lokmin tingkat desa dan berlanjut hingga ke Lokmin tingkat Kecamatan. Dalam kesempatan ini, Bambang juga menitipkan progran Tribina (BKB, BKR, BKL) PIK-R dan UPPKS agar berjalan dengan baik di wilayah Kampung KB. Karena berdasarkan Peraturan Bupati (Perbup) No.5 Tahun 2020 ada klausal mengenai anggaran untuk penguatan keluarga. Ia pun berharap pihak Pemerintah Desa Loireng dapat lebih care serta menyisihkan anggaran untuk kegiatan Tribina.
Walaupun Bambang mengakui bahwa program Pemberdayaan Masyarakat ini seringkali terganjal karena modal yang besar namun hasilnya tak langsung terlihat sebagaimana halnya pembangunan yang bersifat fisik. Hal itu diketahui berdasarkan pengalamannya yang selama 13 tahun menjabat sebagai Kasi Permas di Kecamatan Bonang dan Wedung. Sementara itu, terkait hasil evaluasi website Kampung KB oleh Bidang P2PP Dinpermades P2KB Kab.Demak, pihaknya mengapresiasi Kampung KB Kenanga Loireng yang berada di peringkat 2 dengan capaian 115 laporan intervensi kegiatan. Adapun laporan yang diunggah ke website tersebut menunjukkan keaktifan kinerja Pokja dan kegiatan Kampung KB.
Sebagai penutup, Penasehat Kampung KB kembali mengingatkan perihal keutamaan Pengurus Pokja yang sejatinya diberikan kesempatan untuk berbuat baik melalui jabatan yang diemban. Para Pengurus pun harus kreatif mencari atau menciptakan sumber dana jangka panjang, karena tidak selamanya kegiatan Kampung KB didanai. Jangan sampai Kampung KB “layu sebelum berkembang”, sehingga dana yang telah dikucurkan Pemerintah selama ini menjadi sia- sia. Selain itu, sebagai wujud komitmen terhadap tamanisasi Kampung KB, setiap rumah diwajibkan minimal memiliki 2 pot tanaman kenanga. Dimulai dari pengurus Pokja di wilayah RW I yang terdiri dari 3 RT. Hal tersebut pun didukung oleh tim Balai Penyuluhan KB (BPKB) Kecamatan Sayung. Melalui perwakilan PLKB Abdul Syukur, tim BPKB siap mensukseskan program tamanisasi tersebut dengan turut berpatisipasi menyumbang sejumlah bibit kenanga. Diharapkan dengan tampilan yang semakin cantik, Kampung KB Kenanga akan semakin termotivasi pula untuk terus berkreasi.
(Tim BPKB Kecamatan Sayung)