SAYUNG (11-11-2020)- Lokakarya Mini (Lokmin) Kampung KB Tingkat Kecamatan kembali berlangsung pada Rabu, 11 November 2020 di Aula Balai Desa Sayung, Kecamatan Sayung, Demak. Kegiatan ini pun menghasilkan Rencana Kerja Masyarakat (RKM) bersifat mandiri yang akan dikawal untuk 2021 mendatang.
Mengawali kegiatan, Kasi Tata Pemerintahan (Tapem) Kecamatan Sayung Dra. Puji Prasetyaningtyas, MM, mewakili Camat Sayung, menyampaikan sambutannya perihal program Bangga Kencana di Kampung KB. Sebagai bagian dari program Pemberdayaan Masyarakat, Kampung KB pun memiliki kelompok- kelompok kegiatan (Poktan) yang berperan dalam membina warga. Menurutnya, desa yang memiliki Kampung KB patut bersyukur, karena tujuan dari pendirian Kampung KB sendiri adalah untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakatnya.
Berlanjut ke inti acara, Kabid Pengendalian Penduduk, Penyuluhan dan Penggerakan (P2PP) Dinpermades P2KB Kab.Demak Sukardjo, SKM, M.Kes, memoderatori paparan yang akan disampaikan oleh masing- masing perwakilan Kampung KB di wilayah Kecamatan Sayung, yaitu Kenanga Loireng dan Teles Bedono. Mengingat masih dalam masa pandemi covid-19, efektivitas waktu pun diterapkan disini. Dimana masing- masing pemateri diberikan durasi waktu 10-15 menit saja untuk menyampaikan progress Kampung KB dalam dua bulan terakhir.
Paparan pertama dari Kampung KB Kenanga Desa Loireng disampaikan oleh Kepala Desa Loireng Nurkaririn dan Ketua TP PKK Desa Mardhiyah, SE. Progres Kampung KB Kenanga disampaikan berupa rencana pendanaan mandiri pada 2021 mendatang, yaitu Bank Sampah dan Angkringan Kenanga yang tengah dalam proses persiapan. Selain itu, sebagai imbas pembangunan jalan tol yang akan melintasi wilayah Loireng, adapula gagasan pendirian foodcourt di lokasi depan SD Loireng yang diharapkan dapat turut membangkitkan perekonomian masyarakat setempat. Dalam kesempatan ini, sejumlah kegiatan intervensi periode Oktober- November juga disampaikan, hingga yang terbaru yaitu pemasangan ornamen pagar hias di gapura Kampung KB dan rampungnya pembuatan Rumah Data Kependudukan. Laporan kegiatan secara online melalui Website Kampung KB hingga saat ini telah mencapai 166 laporan intervensi.
Berlanjut, paparan dari Ketua Pokja Kampung KB Teles Bedono Sayidi, mengenai capaian pihaknya dalam dua bulan terakhir. Seperti upaya mitigasi bencana yang masih menjadi fokus sebagai wilayah yang terdampak abrasi air laut. Kemudian pelatihan pembuatan sovenir dari limbah kulit kerang bagi PIK-Remaja, upaya penanaman mangrove sebagai benteng alami abrasi laut, serta yang terakhir varian produk kuliner produksi UPPKS “T6” Kampung KB Teles Bedono. Pelaporan kegiatan secara online pun saat ini mencapai 133 laporan intervensi.
Memasuki sesi berikutnya, moderator menyampaikan hasil evaluasi Website Kampung KB oleh BKKBN Provinsi, dimana output penilaian Loireng dan Bedono sama- sama berada di angka 3,25 atau tergolong Kategori Kampung KB Paripurna. Atas hasil tersebut, Kabid P2PP pun mengapresiasi capaian kedua Kampung KB yang sudah terpantau aktif melaporkan kegiatannya di website Kampung KB. Ia hanya berpesan agar pelaporan mengenai kegiatan terkait upaya pengendalian penduduk untuk lebih ditingkatkan.
Di sesi terakhir, masukan dari perwakilan lintas sektor juga turut disampaikan. Dimana Kepala Puskesmas Sayung I dan II, masing- masing berharap agar program Kampung KB bersinergi dengan kesehatan. Juga perihal masih rendahnya capaian KB MKJP agar bisa bersama- sama ditingkatkan.
Sementara itu, dari Koramil dan Polsek Sayung juga menyatakan dukungannya terhadap program Bangga Kencana. Koramil Sayung yang diwakili Peltu Bayu Sumbowo mengaku siap mendukung peningkatan capaian KB MKJP. Termasuk dalam waktu dekat, dimana pihaknya turut berkontribusi dalam pelaksanaan Safari KB di Puskesmas Sayung II pada 25 November mendatang.
Sebagai penutup, mewakili Camat Sayung, Kasi Tapem menegaskan komitmen untuk membuka peluang penganggaran Kampung KB melalui DD pada 2021. Dimana pada pertengahan Desember mendatang pihaknya akan mengevaluasi hasil RKPDes Musrenbangdes sebelum nantinya di ketok palu. Dalam hal ini, Pemerintah Desa Bedono dan Loireng pun dapat mengkoreksi poin yang belum dimasukkan, termasuk anggaran pendanaan Kampung KB yang tergolong program Pemberdayaan Masyarakat.
(Tim BPKB Kecamatan Sayung)





