SAYUNG (20/04/2021)- Bidang P2PP Dinpermades P2KB Kabupaten Demak bersama dengan Balai Penyuluhan KB (BPKB) Kecamatan Sayung menggelar monitoring dan evaluasi progres Pendataan Keluarga di tingkat Kader Pendata pada Selasa, 20 April 2021. Dalam kesempatan ini, sejumlah keluhan pun disampaikan, khususnya terkait sistem aplikasi yang tak sinkron dengan progres kerja para Kader Pendata.
Mewakili wilayah desa lainnya, Desa Kalisari yang memiliki 17 Kader Pendata pun menjadi lokasi tujuan monev. Dihadapan Kabid P2PP Dinpermades P2KB Sukardjo, SKM, M.Kes, selaku Penanggung Jawab Program PK 2021 Kabupaten Demak, sejumlah kader pun tak segan menyampaikan keluh kesah serta hambatan yang dihadapi. Seperti Sumiatun yang bertugas di wilayah RT 1 dan 2/ RW 5. Ia mengaku telah merampungkan pendataan sebanyak 137 KK dari target 169 KK, namun progres di aplikasi android baru menunjukkan capaian 6,51%. Begitu pun dengan Toifah, Kader Pendata di RT 1/ RW 3, yang bahkan telah merampungkan 100% target pendataannya, yaitu sejumlah 107 KK.
Kendala lainnya yaitu tidak semua HP bisa mendownload aplikasi PK ke layar utama, sehingga harus login melalui link PK setiap kali mendata. Dengan resiko yaitu apabila ada gangguan sinyal atau panggilan telfon masuk, maka data yang sudah diinput sebagian tersebut bisa hilang. Sementara itu, Kader Pendata RT 1 dan 3/ RW 4 Siti khotijah, mengaku terkendala dengan sistem aplikasi yang seringkali error. Seperti layar aplikasi yang tiba- tiba menjadi putih ketika menginput dan disusul dengan hilangnya data yang telah diinput sebelumnya. Bahkan lebih parah lagi, selama sepekan kemarin, kader pun terpaksa mengulang input data KK hingga tiga kali akibat kendala server. Sebelumnya, Supervisor Desa Kalisari Laili Lailatul Fatechah menyampaikan progress capaian riil kinerja kadernya yang berdasarkan data terakhir baru mencapai 38,59%. Namun diakui per hari ini telah meningkat lagi mencapai 1500-an KK.
Adapun, sebagaimana tujuan kegiatan monev ini, semua keluhan yang muncul tersebut selanjutnya ditampung oleh Kabid P2PP, dan akan diteruskan ke pihak BKKBN. Namun ia pun bersyukur, karena dari temuan pihaknya di lapangan ini, secara umum tak ada penolakan dari warga setempat. Sementara terkait kendala server, hal ini tentunya menjadi ranah tim IT BKKBN pusat. Server pusat sendiri menetapkan kuota jumlah KK yang dapat masuk ke sistem setiap harinya, sehingga otomatis menjadi rebutan dari seluruh wilayah di Indonesia. Didampingi Koordinator BPKB Sayung Fatimah Nur Pratiwi, ST, selaku Manager Pengelolaan PK 2021, Kabid P2PP pun mempersilahkan para Kader Pendata untuk berkonsultasi langsung dengan Manager Data atau PKB desa bina setempat jika ada kendala yang dihadapi.
Sebagai penutup, ia pun mengucapkan terimakasih bagi Kader Pendata di tingkat RT yang telah bersedia mengemban tugas mulia melalui program PK 2021 ini. Adapun persentase total capaian PK 2021 Kecamatan Sayung yang sudah terdata riil di lapangan yaitu 34,62%. Sementara untuk progres Kabupaten Demak berdasarkan kalkulasi pusat hingga kemarin baru mencapai 17,11%.
(Tim BPKB Kecamatan Sayung)





