SAYUNG (25/11/2021)- Review Kampung KB di wilayah Kecamatan Sayung berlangsung dalam giat Mekanisme Operasional Lini Lapangan pada Kamis, 25 November 2021. Bertempat di Aula Kantor Kecamatan Sayung, agenda ini pun semakin lengkap dengan penyampaian Rencana Kegiatan Masyarakat (RKM) tahun 2022, berikut saran dan evaluasi bagi kemajuan produk UPPKA Kampung KB.
Sambutan dari PKB Abdul Syukur, mewakili BPKB Sayung, mengawali jalannya kegiatan. Dalam giat yang mengundang perwakilan Pokja, PPKBD, Kepala Desa, Ketua TP PKK serta Bidan Desa dari kedua Kampung KB ini, keaktifan dalam pelaporan kegiatan pun menjadi sorotan. Termasuk kelengkapan laporan intervensi dari 8 seksi Pokja yang ada, yang merepresentasikan 8 fungsi keluarga. Khususnya bagi Kampung KB Teles Bedono yang mendapatkan program pembinaan pada tahun ini, namun capaian laporan intervensi di website Kampung KB masih tertinggal dari Kampung KB Kenanga Loireng. Padahal tentu diyakini kegiatan di lingkup Desa Bedono tersebut sangatlah banyak. Disinilah peran Ketua Pokja Kampung KB untuk memastikan 8 seksi yang ada dapat lebih pro aktif dalam melaporkan kegiatannya. Selain itu terkait RKM tahun 2022, diharapkan adanya pengembangan dan inovasi, serta kejelian melihat peluang ekonomis yang ada di wilayah setempat. Disini peran PPKBD dan Bidan Desa juga tak kalah penting, sebagai pelaksana kegiatan yang sedikitnya mencakup ranah tiga seksi Pokja, yaitu seksi kasih sayang, reproduksi dan pendidikan.
Berlanjut, pemaparan Review Kampung KB Tahun 2021 oleh Koordinator BPKB Sayung Fatimah Nur Pratiwi, ST. Adapun tema kegiatan kali ini dipilih karena pertemuan kedua unsur Kampung KB di wilayah Kecamatan Sayung ini dirasa penting, untuk duduk bersama, saling mengisi dan tentunya saling memotivasi. Diharapkan antara Kampung KB Teles Bedono dan Kenanga Loireng ini dapat seiring sejalan, tak ada yang ditinggalkan. Selanjutnya, untuk materi review Kampung KB ini sedianya dapat menjadi dasar dalam penyusunan RKM tahun 2022, apa yang telah baik untuk dilanjutkan, serta apa sekiranya yang masih perlu ditingkatkan. Secara berurutan, penyampaian review meliputi sejumlah kegiatan pelatihan yang telah dilaksanakan di kedua Kampung KB sepanjang tahun 2021, kemudian capaian PPM akseptor KB baru (PB) dimana untuk Desa Bedono dari target 4 PB IUD baru terpenuhi 1. Sementara, untuk Desa Loireng, target PPM PB khususnya untuk jenis KB MKJP telah terpenuhi. Terkait laporan intervensi di Website Kampung KB, evaluasi capaian terakhir hingga bulan September 2021 masih diungguli oleh Kampung KB Kenanga Loireng, dengan perbandingan 293 : 165 laporan kegiatan. Namun, kondisi ini juga turut dipengaruhi oleh perbaikan website yang tengah dilakukan BKKBN, sehingga masih ada sejumlah dokumentasi kegiatan yang belum terlaporkan. Capaian ini tentunya akan kembali dikejar pasca website Kampung KB kembali normal.
Terakhir, untuk RKM tahun 2022, yang menjadi sorotan dari Kampung KB Teles Bedono yaitu kebutuhan pelatihan produk kerajinan dari limbah kulit kerang, serta display promosi produk khas Bedono di Balai Desa. Sementara itu, untuk Kampung KB Kenanga Loireng sedikitnya ada empat kegiatan mendatang yang menjadi prioritas, diantaranya yaitu pembuatan taman terbuka hijau dilengkapi dengan fasilitas swafoto yang menarik, serta pelatihan pembuatan produk kerajinan dari sampah plastik. Hal ini pun disampaikan oleh Ketua Pokja masing- masing Kampung KB, Sayidi dan Ghofar Ismail.
Menanggapi RKM tersebut, Kepala Desa Bedono Agus Salim, S.Pd.I, M.Pd.I pun menyampaikan support dan motivasinya, agar apa yang dicita- citanya dapat tercapai dan berkelanjutan. Rasa bangga terhadap berbagai varian produk khas Bedono ini pun diwujudkannya dengan turut mempromosikan dalam berbagai kesempatan. Sebagaimana keyakinannya bahwa “setiap dari kita punya jiwa marketing”, maka yang diperlukan adalah sikap pantang menyerah, “jatuh, bangkit lagi”. Jangan sampai semua ilmu pelatihan yang telah diterima berakhir sia- sia, tanpa mendatangkan manfaat.
Sebagai penutup, saran dan motivasi bagi kemajuan kedua Kampung KB pun disampaikan langsung oleh narasumber Kadinpermades P2KB merangkap Plt. Camat Sayung Drs.Daryanto, MM. Dimana kesuksesan usaha, turut ditentukan dengan penerapan strategi 4P dalam ilmu marketing atau pemasaran, yang meliputi:
- Jenis Produk (Product)
- Tentukan Harga (Price)
- Pilih Lokasi atau Tempat (Place)
- Lakukan Promosi (Promotion)
Tak ketinggalan, saran dan evaluasi pun diberikan bagi produk UPPKA Bedono terbaru yaitu “Kopi Penthol Mangrove”. Dimana perbaikan masih perlu dilakukan dari segi kemasan dan label merk produk, sehingga akan lebih menarik dan menambah nilai jual. Sementara secara umum bagi kedua Kampung KB, diharapkan mampu memanfaatkan potensi lokal di masing- masing desa, yang bisa diproduksi dan menjadi rupiah. Dengan satu tujuan yaitu meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.
(Tim BPKB Kecamatan Sayung)







