
Pada hari rabu tanggal 25 Oktober 2023
Telah dilaksanakan kegiatan penguatan penyelenggaraan dapur sehat atasi stunting (DAHSAT) Tingkat Kabupaten Demak, di balai desa sidokumpul kec. Guntur
Yang dihadiri oleh :
1. Ketua tim pokja pembinaan kampung kb perwakilan BKKBN Prov. Jateng
2. Ka. Dinpermades P2KB
3. Ketua DPC persagi demak
4. Ketua baznas kab. Demak
5. Dinas kesehatan
6.Camat guntur
7. Ketua TP PKK
8. Staff bidang P2PP
9. Kepala desa sidokumpul
10.Pengurus pokja kampung kb
11. Bidan desa sidokumpul
12. Ahli gizi PKM 1 kec. Guntur
13. Ahli gizi PKM 2 kec. Guntur
Dalam kegiatan ini di paparkan beberapa hal sebagai berikut :
1. Ketua tim pokja pembinaan kampung kb perwakilan BKKBN Prov. Jateng memaparkan tentang Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT) merupakan Kegiatan pemberdayaan masyarakat dalam upaya pemenuhan gizi seimbang bagi keluarga berisiko stunting (yang memiliki catin, bumil, busui, baduta/balita stunting terutama dari keluarga kurang mampu), melalui pemanfaatan sumberdaya lokal (termasuk bahan pangan lokal) yang dapat dipadukan dengan sumberdaya/kontribusi dari mitra lainnya.
2. Ka. Dinpermades P2KB kab. Demak memaparkan tentang Capaian Kampung Keluarga Berkualitas Kabupaten Demak Tahun 2023 telah tercapai 100% (Dari 6 Kelurahan, 243 Desa, jumlah 249).
Capaian Kabupaten Demak pada Tahun 2023 ini termasuk 7 Kabupaten/Kota yang capaiannya sudah tercapai 100% di tingkat Provinsi Jawa Tengah. Hal ini sesuai dengan Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2022 tentang Optimalisasi Penyelengaraan Kampung Keluarga Berkualitas.
Kampung Keluarga Berkualitas sebagai wadah Percepatan Penurunan Stunting.
Berdasarkan data SSGI Tahun 2022, prevalensi angka stunting di Provinsi Jawa Tengah pada angka 20,8% turun dari sebelumnya pada angka 20,9 % di tahun 2021. Kabupaten Demak menjadi Kabupaten dengan penurunan angka stunting tertinggi setelah Kota Semarang. Kota Semarang turun dari 21,3 persen di tahun 2021 menjadi 10,4 persen di tahun 2022. Sedangkan Kabupaten Demak turun dari 25,5 persen di tahun 2021 menjadi 16,2 persen di tahun 2022. Meskipun mengalami penurunan, namun secara angka belum optimal sehingga diperlukan optimalisasi yang lebih komprehensif dalam rangka menurunkan angka prevalensi stunting menjadi 14 % pada tahun 2024.
3. Ketua DPC persagi demak memaparkan tentang menu seimbang, PMT dengan bahan kearifan lokal penanggulangan stunting
4. Ketua baznas kab. Demak memaparkan tentang Intervensi Baznas Kabupaten Demak dalam penurunan angka stunting :
Pemberian makanan tambahan dan susu untuk 23 anak stunting di Desa Temuroso, Kec. Guntur sebesar Rp 23.400.000 sudah berhasil mengentaskan anak stunting sebanyak 12 anak.
Bekerja sama dengan TP PKK Kab. Demak, pemberian motivasi, edukasi kepada ibu hamil dan WUS di Desa Turitempel Guntur dan Botorejo Wonosalam sebesar Rp 115.635.000.
Pemberian bantuan susu dan nutrisi lain kepada anak yatim piatu di Desa Tlogoweru Kec. Guntur sebesar Rp 400.000/bulan selama 2 tahun.
Bantuan untuk anak stunting di Desa Getas Wonosalam sebesar Rp 17.000.000.
Bantuan RTLH sebanyak 50 unit se-Kab. Demak sebesar Rp 750.000.000.
Bantuan jamban keluarga untuk keluarga kurang mampu.
Bantuan sembako sebanyak 4800 paket untuk yatim Piatu Dan Kaum Dhu’afa.
Bantuan anak SD dan SMP yang Yatim Piatu sebanyak Rp 560.000.000.
Bantuan untuk anak stunting di Desa Dombo dan Pilangsari Kec. Sayung akan dilaksanakan dalam waktu dekat.
RTL kegiatan :
1. Peran kampung keluarga berkualitas dengan membentuk dapur sehat atasi stunting (DAHSAT) dapat mengoptimalisasi percepatan angka penurunan stunting
2. Kegiatan DAHSAT bertujuan untuk meningkatkan gizi masyarakat dalam rangka mempercepat upaya penurunan stunting melalui pendekatan konvergensi Kampung Keluarga Berkualitas di tingkat desa/kelurahan.