
Empat tahun sudah Grebeg sampah mulai dicanangkan awal 2020 lalu di Pendopo Kabupaten Demak. Di sana sini sudah mulai berbenah untuk dapat menjalankan dan mewujudkan Grebeg Sampah (Gerakan Resik-resik Bebarengan Garap Sampah) di Desa.
Hari ini Kamis 19 Oktober di Gedung Olah Raga Desa Pundenarum Dinpermades P2KB Kabupaten Demak telah melaksanakan Bimbingan Teknis Penerapan Teknologi Tepat Guna dengan tema implementasi Grebeg Sampah di desa. Kegiatan dibuka oleh Kepala Dinpermades P2KB Kabupaten Demak Drs. Taufik Rifa’i, MS.i yang didampingi oleh Kepala Bidang Pengembangan Usaha Ekonomi dan Kawasan Perdesaan Fadholi, SE.MM.
Kegiatan ini bertujuan untuk menggerakkan peran serta pemerintah desa bersama pengelola sampah dan pegiat lingkungan untuk dapat mengelola sampah tuntas di desa. Peserta terdiri dari unsur Kasi Permas, Pendamping Desa, Kepala Desa dan pengurus Bumdes serta pegiat lingkungan. Hadir juga sebagai narasumber dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Demak, TAPM P3MD Kabupaten Demak dan testimoni dari Kepala Desa Kebonagung dan Pengurus Bumdes Desa Pundenarum.
Langkah-langkah dalam kelola sampah tuntas di desa diantaranya:
1. Sosialisasi pengelolaan sampah tuntas di desa,
2. Identifikasi SDM
3. Menyusun konsep pengelolaan sampah
4. Menetapkan Peraturan Desa tentang Pengelolaan Sampah di desa serta Pengadaan sarana prasarana kelola sampah
5. Sosialisasi Peraturan Desa tentang pengelolaan sampah di desa
6. Pembentukan Bumdes/Posyantek sebagai pengelola Sampah
7. Peningkatan kapasitas Bumdes
8. Peningkatan kapasitas pengelolaan sampah bagi masyarakat
9. Pelaksanaan Kegiatan dan evaluasi
Tahapan langkah-langkah tersebut dapat diawali dengan pembahasan bersama Pemerintah Desa dan BPD. Kegiatan tersebut dapat dibahas dalam proses penetapan RKP dan masuk dalam APBDes 2024. Tentu tidak hanya dari APBdes, dari APBN, APBD I dan II serta dari CSR perusahaan serta swadaya masyarakat sangatlah dibutuhkan. Konsep Grebeg Sampah di desa : Pungut, Pilah, Olah, Sampahku tanggung jawabku untuk terus digulirkan dan digerakkan untuk melestarikan bumi yang hanya satu ini. (Widayanti)