GAJAH – (1/11), Balai Penyuluhan KB (BPKB) Kecamatan Gajah memberikan fasilitasi Kegiatan Penanganan Stunting tingkat kecamatan, yang dilaksanakan di Rumah Joglo (Kolam Pancing) Desa Boyolali. Kegiatan ini, dihadiri oleh Kepala Desa Boyolali Sunggono, ibu hamil Desa Boyolali sebagai sasaran edukasi. BPKB Kecamatan Gajah juga mengundang Kepala Puskesmas Gajah II, dr. Nani Eko sebagai Narasumber.
Nani demikian Kepala Puskesmas Gajah II sering disebut, menjelaskan seorang ibu memiliki peranan yang banyak sekali, mulai harus menjadi Manager bagi Keluarga, Guru, dokter dengan segudang tugas dan tanggungjawab mengurusi urusan rumah tangga ,” ujarnya. Namun demikian hal tersebut dilakukan tanpa mengharap gaji dan Imbalan. Terlebih dalam hal mengurus anak. Kunci utama ada di 1000 HPK, sebagai masa terpenting dalam pertumbuhan janin dan anak, guna meminimalisir kasus Stunting.
Dalam paparannya Nani juga menyampaikan, Harta terbesar adalah anak dengan segudang problematikanya. Kesuksesan mengelola 1000 HPK berarti kesuksesan dalam meminimalisir kasus stunting yang mengakibatkan penurunan kualitas kesehatan dan intelegensi yang sulit diperbaiki jika anak sudah melewati usia dua tahun.
“Untuk itu, salah satu kunci dari pencegahan stunting adalah memperbaiki Gizi dan Nutrisi makanan di masa kehamilan dan terus melakukan pantauan berat dan tinggi badan anak terlebih dalam masa 1000 HPK (Hari Pertama Kehidupan) mereka, mulai masa Hamil 9 bulan, Masa pemberian ASI Ekslusif, dan masa tumbuh kembang anak di dalam periode 1000 HPK,” sebutnya.
Dari Kegiatan ini diharapkan tumbuhnya kesadaran dari Ibu Hamil akan pentingnya peran Ibu dalam melakukan Pengawalan terhadap janin dan bayi mereka terlebih dalam masa 1000 HPK. Karena kesuksesan ini akan menghantarkan terciptanya Generasi Emas yang tumbuh cemerlang baik fisik, maupun phikis yang akan terbebas dari bayang-bayang Stunting dan menjadi Penerus Masa Depan.
Kontributor :
Tim BPKB Gajah.



