SAYUNG (17/12/2020)- Menutup tahun 2020, Balai Penyuluhan KB bersama Paguyuban PPKBD Kecamatan Sayung menggelar kegiatan Rapat Koordinasi Kecamatan (Rakorcam) pada Kamis, 17 Desember 2020. Dalam kesempatan ini, tiga PPKBD menerima penghargaan sebagai “PPKBD Ter-Keren I,II dan III”, yang diserahkan langsung oleh Kabid P2PP Dinpermades P2KB Kabupaten Demak Sukardjo, SKM, M.Kes.

Bertempat di RM Mbah Surip Genuk, Semarang, Kabid P2PP menyampaikan apresiasinya terhadap ketiga PPKBD yang berhasil meraih capaian tertinggi dalam pengiriman akseptor KB MKJP selama tahun 2020. Mengingat honor yang telah diterima PPKBD setiap bulannya, tentunya harus ada output yang diberikan bagi Pemkab Demak, yaitu perolehan akseptor KB baru (PB), khususnya jenis KB MKJP. Karenanya, Sukardjo pun meminta komitmen PPKBD untuk semakin meningkatkan performanya pada 2021 mendatang. Sementara bagi yang merasa sudah tidak mampu, ia pun mempersilahkan yang bersangkutan untuk membuat surat pengunduran diri kepada Kepala Desa setempat. Selanjutnya, pembaharuan SK pun dapat dilakukan pada awal tahun 2021, sehingga ini menjadi momen yang tepat jika ingin melakukan perombakan.
Selain itu, Sukardjo pun mengingatkan perihal pentingnya 3K (Komunikasi, Koordinasi dan Konsultasi) antar mitra kerja. Ia pun meminta kedepannya, koordinasi dan informasi setiap kegiatan Kabupaten harus satu pintu melalui Koordinator BPKB Kecamatan Sayung.

Sementara itu, Koordinator BPKB Fatimah Nur Pratiwi, ST turut menyampaikan rasa syukurnya kepada mitra PPKBD, yang pada akhir tahun ini telah bersama- sama merampungkan target program BanggaKencana dari Kabupaten. Sejumlah evaluasi pun telah dilakukan pihaknya, termasuk dalam hal reward capaian akseptor KB MKJP bagi 20 PPKBD. Dengan adanya sistem perangkingan tersebut, diharapkan akan menjadi pelecut semangat PPKBD dalam menjalankan tugasnya.
Fatimah juga mengingatkan, setelah rampungnya program “Sosialisasi 3M”, PKB/PLKB bersama PPKBD akan kembali terlibat dalam event besar yaitu Pendataan Keluarga (PK) 2021. Ini sekaligus menjadi kesempatan untuk perapihan data KB riil di lapangan. Para PPKBD nantinya diminta untuk “memotret” kondisi riil di lapangan, sehingga dapat menghasilkan Data Kependudukan yang benar- benar valid.

Selanjutnya para juara pun diminta untuk berbagi tips dan trik-nya, sehingga mampu menjaring banyak akseptor KB MKJP.
- Karminah/ Desa Karangasem:
“Kami rutin melakukan KIE pada ibu hamil dan pasca melahirkan. Juga melibatkan Sub PPKBD dalam mengajak dan mendata warga disekitarnya yang ingin ber-KB. Selain itu jg didukung dengan kesadaran masyarakatnya yang sudah tinggi terhadap program KB. Bahkan untuk Januari tahun depan, sudah ada 4 calon akseptor MKJP. - Sopwatun/ Desa Sayung:
“Kami juga melakukan KIE ibu pasca melahirkan. Juga pendekatan personal, dengan mencontohkan akseptor yg berhasil mengikuti pelayanan KB MKJP. Selain itu, sebagai persuasi, juga mengedepankan faktor ekonomis, sehingga warga tahu keuntungan mengikuti pelayanan KB gratis dari Pemerintah. Tak ketinggalan juga memanfaatkan momen Posyandu, serta mendayagunakan Sub di masing- masing RW untuk menjaring calon akseptor saat ada info momen pelayanan dari BPKB”. - Chotijah/ Desa Surodadi:
“Juga memanfaatkan momen Posyandu, jika ada ibu yang kondisinya gemuk langsung didekati, ditanya jenis KB-nya apa, kalau suntik maka di KIE untuk pakai IUD. Juga mencontohkan diri sendiri sebagai praktisi akseptor IUD. Sementara untuk implant saya jug persuasi, kalau rasa sakit yang ditakutkan itu cuma sebentar seperti digigit semut, lebih sakit saat melahirkan. Selain itu, masyarakat sendiri sudah sadar dengan program KB. Untuk tahun depan sudah ada calon akseptor 2 orang lagi”.
Sebagai penutup, PKB Abdul Syukur kembali memotivasi PPKBD agar benar menjalankan “3K” dengan baik pada mitra kerja dan Pemerintah desa masing- masing. Juga menerapkan “Kerja Cerdas” pada 2021 mendatang. Yaitu dengan memetakan peluang, mengoptimalkan kegiatan penyuluhan saat momen-momen potensial untuk menjaring calon akseptor, seperti Posyandu dan KIE ibu pasca melahirkan. Sehingga keberadaan PPKBD sebagai IMP, lini lapangan KB, dapat benar memberikan sumbangsih bagi penurunan TFR Kabupaten Demak.
(Tim BPKB Kecamatan Sayung)






