
SAYUNG (27/1/2021)- BKKBN melalui Dinpermades P2KB Kabupaten Demak, berupaya meningkatkan jumlah peserta KB Baru melalui jalur perusahaan. Sebagai langkah awal, advokasi terhadap PT Kino Food Indonesia pun dilakukan pada Rabu, 27 Januari 2021, guna menghidupkan kembali “KB perusahaan” di wilayah Kabupaten Demak.

Mengawali advokasi, perwakilan Dinnakerind Kab.Demak Tajem, SP, menyampaikan perihal tujuan program KB perusahaan dimana akan menguntungkan kedua belah pihak, baik dari sisi pekerja maupun perusahaan. Dengan meningkatnya jumlah pekerja yang ber-KB, maka diharapkan produktivitas kerja pun meningkat, khususnya bagi pekerja wanita.

Selanjutnya, tim advokasi yang dipimpin langsung oleh Kabid KBK&KK Maftukhah Kurniawati, SH, MH, didampingi Kasi Jaminan Pelayanan KB Siti Fadhillah, S.IKom ini pun menambahkan perihal kerjasama yang ingin dibangun pihaknya dengan perusahan- perusahaan besar, salah satunya PT Kino yang akan menjadi pioner penghidupan kembali program KB perusahaan. Adapun bentuk kerjasama tersebut nantinya berupa penyediaan alat dan obat kontrasepsi. Sementara untuk tenaga medis, jika belum tersedia maka pihaknya pun akan berkoordinasi lebih lanjut dengan Puskesmas setempat. Dalam hal ini, pihak perusahaan diharapkan telah memiliki klinik kesehatan yang dapat dimanfaatkan sebagai ruang pelayanan KB.
Sementara itu, HRD PT Kino Food Demak Winda merespon baik program KB perusahaan ini. Apalagi pekerja PT Kino, khususnya pekerja wanita yang berjumlah 300-an orang, mayoritas tergolong wanita usia subur (WUS). Walaupun saat ini memang belum tersedia ruangan khusus klinik kesehatan, namun hal tersebut akan menjadi usulan pihaknya kepada direksi manajemen. Sebagai tahap awal, PT Kino Food menginginkan adanya sosialisasi penyuluhan KB, khususnya Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP), bagi karyawannya. Untuk itu, perwakilan PKB/PLKB Kecamatan Sayung pun akan berkoordinasi lebih lanjut mengenai jadwal sosialisasi tersebut.
Sebelumnya, pada kisaran 2011 lalu, program ini sempat berjalan di wilayah Kecamatan Sayung yaitu di perusahaan garmen PT Maxmoda Indo Global, Sriwulan. Sehingga diharapkan tahap awal penjajakan ini dapat menghidupkan kembali Program KB Perusahaan. Adapun sebagai langkah lanjutan, Bidang KBK&KK Dinpermades P2KB Kab.Demak menargetkan penandatanganan MoU dapat terlaksana dalam tahun ini. Dengan sasaran awal dua mitra perusahaan, yang diharapkan dapat menjadi contoh sukses pengendalian penduduk melalui jalur KB perusahaan di wilayah Kabupaten Demak.
(Tim BPKB Kecamatan Sayung)