Giat Orientasi Tenaga Lini Lapangan bagi Kader BKB Desa Loireng, Kecamatan Sayung

SAYUNG (10/9/2021)- Giat Orientasi Tenaga Lini Lapangan bagi Kader Bina Keluarga Balita (BKB) Desa Loireng, Kecamatan Sayung, Demak, berlangsung pada Jum’at 10 September 2021, di wilayah RT01/RW01, Kampung KB Kenanga. Adapun materi pembinaan yang disampaikan yaitu perihal “Keterlambatan Bicara atau Speech Delay pada Balita”.

Kegiatan diawali dengan sambutan oleh Ketua TP PKK Desa Loireng Mardhiyah, SE. Dalam kesempatan ini, upaya pembinaan terhadap kader BKB ini pun disebutkan sebagai bagian dari program Tribina Pemerintah melalui BKKBN guna mewujudkan keluarga sejahtera. Mardhiyah juga mengingatkan agar kader BKB tak bosan mendengarkan materi pembinaan, karena melalui kegiatan inilah wawasan para kader dapat bertambah dan meningkat. Selain itu, turut disampaikan perihal trend di kalangan warganya saat ini, yaitu mbah atau nenek yang justru mengambil peran pengasuhan balita sehari- hari. Sehingga cara edukasi pun tentunya harus disesuaikan dengan target sasaran. Secara “guyonan”, sindiran perihal kebiasaan menonton sinetron Ikatan Cinta saat “momong” cucu ini pun disampaikan secara humoris, yang membuat suasana peserta menjadi cair.

Sementara itu, mengawali paparan, Koordinator BPKB Sayung Fatimah Nur Pratiwi, ST, menyampaikan hasil Rakor Stunting di Kecamatan Sayung dimana untuk Desa Loireng persentase stuntingnya kecil, yaitu diurutan ke-13 dari 20 desa. Capaian ini pun terbilang cukup baik, dimana hanya terdapat lima balita yang masuk kategori stunting. Selain itu, yang perlu diwaspadai juga adalah kondisi Keterlambatan Bicara (speech delay) pada anak. Dimana isu ini disebutkan cukup meningkat di kalangan anak usia dini, terutama di masa pandemi covid-19. Selama masa PPKM, anak cenderung banyak di rumah dan bermain gadget.

Menurut Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (HIMPAUDI), kondisi ini banyak terjadi di daerah perkotaan, dan Loireng sendiri trendnya sudah mengikuti perkembangan kota dimana para orang tua mayoritas bekerja, sehingga pengasuhan anak beralih ke kakek/nenek. Tentunya peran kader BKB penting disini guna membantu mengedukasi para “simbah” agar dapat mengasuh cucunya sesuai prinsip masa emas 1000 Hari Pertama Kehidupan. Pengetahuan seputar cara menstimulasi otak anak yang tengah berkembang pesat inilah yang harus pula diketahui para simbah ini.

Adapun ciri anak terlambat bicara diantaranya yaitu usia 15 bulan tidak bisa mengucapkan minimal 1 kata dengan jelas, usia 2 tahun belum bisa mengucap gabungan dua kata, serta usia 3 tahun belum mampu mengucapkan kalimat pendek. Sementara itu, salah satu cara untuk mengatasi speech delay pada anak yaitu dengan sering mengajak bicara dengan hal- hal dan cara yang baik. Karena “Jika berbicara baik pada tanaman saja membuatnya tumbuh, bayangkan apa pengaruh berbicara baik pada anak manusia”.

(Tim BPKB Kecamatan Sayung)