
SAYUNG (23/1/2023)- Kader Tim Pendamping Keluarga (TPK) Kecamatan Sayung berkesempatan berbincang langsung dengan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo pada Senin 23 Januari 2023. Walaupun bertepatan dengan Hari Libur Imlek, namun tak menyurutkan semangat para kader dalam mengikuti kegiatan Pembinaan Kelompok Masyarakat dalam rangka Percepatan Penurunan Stunting di Desa Prampelan, Kecamatan Sayung, Demak.
Kegiatan yang dihadiri 100 personil Kader TPK ini berlangsung di Aula Balai Desa Prampelan, dan dibuka secara resmi oleh Bupati Demak dr. Hj. Eisti’anah, S.E, didampingi oleh jajaran Forkompinda dan Forkompincam. Dalam sambutannya, Bupati pun menekankan perihal menurunnya angka stunting di wilayah Kabupaten Demak, di angka 11% versi Dinas Kesehatan, adalah hasil “kerja keroyokan”. Pola tersebut diakui mulai diterapkan pada 2022 lalu, dan diharapkan akan tetap efektif hingga mencapai target penurunan stunting nasional di tahun 2024. Dalam kesempatan ini, pihaknya juga memohon perhatian dan bantuan Gubernur Jateng dalam mengatasi kondisi banjir rob yang menjadi momok di wilayahnya.
Berlanjut, sambutan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, yang berlangsung secara interaktif dengan para peserta. Melalui tanya-jawab dengan sejumlah pihak yang hadir, mulai dari Camat, Kepala Desa, Ketua TP PKK Desa, Bidan Desa, Kader TPK serta Duta GenRe Demak, peserta pun tercerahkan dengan informasi seputar faktor-faktor pemicu resiko stunting pada Ibu hamil dan Balita. Salah satunya yaitu menikah dini atau di usia yang masih terlalu muda. Dalam kesempatan ini, Ganjar juga menegaskan pentingnya upaya deteksi dini stunting, termasuk melalui edukasi pada sasaran remaja, calon pengantin dan keluarga untuk benar- benar merencanakan keluarganya dengan baik. Apresiasi juga disampaikan atas kreasi Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT), dengan menu lokal bergizinya yakni Galantin lele dan Nagasari tempe. Dimana bahan pangan tersebut tentu mudah dan murah untuk didapatkan. Tak lupa pesan dan motivasi bagi Kepala Desa Prampelan yang baru Muhammad Qoif juga disampaikan, yaitu agar memastikan validitas data kasus stunting agar intervensi yang dilakukan tepat sasaran. Guna menyikapi alasan klasik perihal kurang atau tidak adanya anggaran, Pemerintah Desa dihimbau untuk mendorong partisipasi aktif masyarakat untuk gotong-royong membantu warga disekitar tempat tinggalnya yang mengalami stunting atau gizi buruk.
Usai menyampaikan arahannya, giat kunjungan Gubernur Jateng ini pun diakhiri dengan memantau sejumlah kegiatan lain yang turut digelar. Mulai dari Posyandu Balita, Kelas Ibu dan Balita, Kelas Ibu Hamil, Pemberian tablet tambah darah bagi remaja putri, serta Kelas trauma healing bagi anak-anak korban banjir Prampelan yang sempat melanda selama 13 hari di penghujung tahun 2022 lalu. Adapun kegiatan ini sekaligus merupakan wujud kolaborasi antara Dinpermades P2KB, BPBD, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan Kabupaten Demak, serta BKKBN dan DP3AP2KB Provinsi Jawa Tengah. Untuk bersama- sama mengatasi penurunan angka stunting, khususnya di daerah yang terkena bencana, sehingga target penurunan prevalensi stunting nasional di angka 14% dapat terwujud pada 2024 mendatang.
(Tim BPKB Kecamatan Sayung)