SAYUNG (19/10/2020)- Kelompok Kerja (Pokja) Kampung KB Kenanga Loireng kembali merumuskan dua agenda kerja prioritas yang kali ini bersifat ekonomis. Hal tersebut berlangsung dalam Pertemuan Pokja Kampung KB Kenanga, Desa Loireng, Kecamatan Sayung, Demak, pada Senin 19 Oktober 2020. Menyusul agenda kerja prioritas Pokja yang telah berhasil terealisasi sebelumnya, yaitu perbaikan Gapura Kampung KB dan tamanisasi kenanga, Pokja Kampung KB Kenanga akan melaksanakan dua lagi agenda prioritas yang dapat mengisi kas Kampung KB. Melalui proses dialog dan musyawarah terbuka, yang komplit dihadiri oleh unsur terkait, akhirnya disepakatilah pembuatan Bank Sampah dan Angkringan Kenanga sebagai langkah awal sumber pendanaan mandiri Kampung KB.
Adapun sebelumnya, kegiatan pertemuan diawali dengan sambutan dan motivasi yang disampaikan oleh Kepala Desa Loireng Nurkaririn. Ia menekankan hakikat pendirian Kampung KB yang sejatinya bukan hanya sebatas pesan “2 anak lebih baik”, tapi lebih dari itu harus memberikan manfaat bagi sekitarnya. Sementara itu, perihal ide kreatif untuk memanfaatkan sampah menjadi rupiah, terobosan tersebut diharapkan dapat menjadi pemasukan mandiri bagi kas Kampung KB serta meningkatkan perekonomian warga sekitar. Bahkan kedepannya, Pemerintah Desa Loireng pun tengah mempersiapkan Loireng untuk menjadi salah satu destinasi wisata ziarah di wilayah Kabupaten Demak. Hal ini menyusul, keberadaan makam leluhur yang telah masuk dalam Daftar Cagar Budaya Demak, yaitu makam Mbah Endang Wulandari Larasati yang merupakan istri Raden Patah, serta makam Raden Suryokusumo (Mbah Kalang) yang merupakan leluhur pendiri Desa Loireng, sekaligus cucu buyut dari Hamengku Buwono (HB) III. Secara berurutan, keduanya terdaftar dengan nomor 51/2011 dan 52/2011. Tentunya kehadiran para peziarah ini nantinya dapat turut membangkitkan UMKM setempat dalam memasarkan produknya.
Sementara itu, Ketua Pokja Kampung KB Kenanga, Ghofar Ismail mengapresiasi arahan Kepala desa, yg dapat menjadi arahan Pokja dalam mengelola Kampung KB. Ia pun sepakat kedepannya Kampung KB dan Desa Loireng mampu menjadi salah satu aset wisata, sebagaimana wisata Istambul yang berhasil dikelola dengan baik oleh Bumdes setempat. Tentunya untuk mewujudkan mimpi besar tersebut diperlukan kerja keras bersama dari seluruh jajaran Pokja bersama Pemerintah Desa Loireng.
Selanjutnya, Kasi Advokasi, KIE dan Penggerakan Bidang P2PP Dinpermades P2KB Kab.Demak Drs.Ahlam Kamal, MM menyampaikan perihal hasil kerja Pokja Kampung KB yang harus dibarengi dengan keaktifan pelaporan intervensi kegiatan melalui website Kampung KB. Hal tersebut sebagai bukti eksistensi dan sarana monitoring bagi Pemerintah dan semua stakeholder terkait untuk mengetahui progress Kampung KB. Dalam kesempatan ini, ia pun kembali mengingatkan perihal keberhasilan Kampung KB adalah hasil kerja Supertim, bukan Superman. Langkah tim Pokja untuk mencari sumber pendanaan mandiri pun akan lebih ringan dengan memanfaatkan potensi yang ada, sesuai ciri khas masing- masing wilayah. Namun sebagai langkah awal, perlu sekiranya pembenahan internal dilakukan terlebih dahulu, yaitu dengan perapihan administrasi Kampung KB melalui Rumah Dataku.
Adapun narasumber Kasi Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga merangkap Plt. Kasi Kesertaan Ber-KB Bidang KBK&KK Bambang Prosidiantoro, S.I.P, mengapresiasi capaian intervensi kegiatan di website Kampung KB Kenanga Loireng yang telah mencapai 147 intervensi. Sementara itu, sebagai wujud program pemberdayaan masyarakat, Kampung KB memang kedepannya diharapkan dapat berjalan secara mandiri. Untuk itu, tim Pokja Kampung KB pun harus tetap optimis dan saling melengkapi satu sama lain. Untuk menambah keterampilan pengurus Pokja ataupun warga setempat, pihaknya pun akan mendorong pemanfaatan Balai Latihan Kerja (BLK) untuk akhir tahun ini atau pada 2021 mendatang.
(Tim BPKB Kecamatan Sayung)





