Giat Operasional Penyuluhan KB Kecamatan Sayung hasilkan solusi bagi perbaikan performa PPKBD dari 4 desa

[metaslider id=2885 cssclass=””]

SAYUNG (7/12/2020)- Kegiatan Operasional Penyuluhan KB bagi mitra PPKBD dan Sub PPKBD berlangsung pada Senin, 7 Desember 2020 di Balai Penyuluhan KB Kecamatan Sayung. Adapun pertemuan kali ini dikhususkan bagi PPKBD dan Sub PPKBD dari empat desa dengan capaian PPM MKJP terendah, yaitu Purwosari, Bulusari, Timbulsloko dan Sidorejo.

Kegiatan diawali dengan sambutan dari Koordinator BPKB Fatimah Nur Pratiwi, ST. Dalam kesempatan ini, Fatimah menyampaikan hasil evaluasi BPKB terhadap performa PPKBD berdasarkan 2 faktor. Pertama, dari segi Keaktifan pengiriman akseptor dimana PPKBD dari ke-empat desa tersebut tercatat minim atau belum pernah mengirimkan calon akseptor dalam Bhaksos Pelayanan KB di dua momen terakhir. Namun tentunya masalah ini merupakan tanggung jawab bersama dari semua komponen terkait, yaitu PLKB, PPKBD dan Sub PPKBD.
Kedua, Kegiatan Penyuluhan KB bagi masyarakat oleh kader (BOKB) yang diharapkan tidak ada lagi keterlambatan pengiriman dokumentasi. Mengingat adanya transport yg diberikan, maka diharapkan kegiatan tersebut dapat benar- benar dimanfaatkan untuk menjaring calon akseptor. Sehingga pada saat momen Bhaksos Pelayanan KB, PPKBD bisa mengirimkan calon akseptor MKJP. Selanjutnya para peserta pun dipersilahkan menyampaikan keluhan dan hambatan masing- masing dalam menjaring calon akseptor baru MKJP.

Sementara itu, narasumber Kabid P2PP Dinpermades P2KB Kab.Demak Sukardjo, SKM, M.Kes menyampaikan paparannya secara singkat dan efektif. Peserta dari empat Desa yang hadir pun diberikan solusi sebagai rencana action untuk perbaikan performa di tahun depan, yaitu:

  1. Purwosari, solusinya yaitu dengan menegaskan kesanggupan dari PPKBD setempat untuk meningkatkan kinerjanya pada tahun depan. Jika tidak, maka salah satu Sub yang dinilai mampu dapat diajukan sebagai pengganti, dengan terlebih dahulu berkomunikasi dengan Kepala Desa Purwosari.
  2. Bulusari, solusinya memetakan target PUS potensial untuk calon akseptor KB MKJP. Selain itu, PPKBD, Sub PPKBD bersama PLKB desa bina setempat juga harus mengetahui persis jumlah PA, PB, dan PUS masing- masing RW, sehingga upaya intervensi dapat dilakukan secara lebih terarah.
  3. Timbulsloko, solusinya lebih mengaktifkan peran Sub PPKBD sehingga tak lagi ketinggalan informasi Bhaksos pelayanan KB.
  4. Sidorejo, solusinya perlu intervensi lebih dari PLKB, PPKBD, Sub, dan bidan desa setempat untuk pendekatan ke masyarakat. Juga memanfaatkan momen Posyandu, atau ibu pasca persalinan yang memiliki riwayat resiko tinggi.

(Tim BPKB Kec.Sayung)